Well..rada gak nyambung sama postinganku yang lain (yang selalu berbau Korea). Kali ini aku lebih memilih curhat. Cieeeee...
Kenapa judulnya pake jodoh segala? karena aku masih mencari jodoh a.k.a. masih singel. Di usia yg hampir 27th dan masih belum merit, tentunya banyak rumor yang beredar dilingkungan sekitarku. Seringnya sih aku dibilang pilih-pilih.
Emangnya salah kalo aku pilih-pilih yaa??
Aku sih mikirnya gini..kita nikah maunya kan sekali seumur hidup. Setelah nikah, tentunya kita akan menghabiskan seluruh sisa hidup kita bersama pasangan kan. Jadi, aku pengennya tuh pasangan dengan wajah yang sedap dipandang tentunya. Walaupun kalo ntar tua juga pasti keriput hehehe.
Awalnya memang kayak gitu keinginanku. Tapi sejalan dengan bertambahnya usia, pola pikirku juga harus tambah dewasa doong, walau kadang-kadang masih suka kayak anak kecil. Bergeserlah kriteria 'Wajah-Sedap-Dipandang' tadi berganti menjadi 'Yang-Bisa-Menuntunku-Menuju-Surga'. Tapi teteep kalo bisa sih orang 'Yang-Bisa-Menuntunku-Menuju-Surga' itu yang 'Wajahnya-Sedap-Dipandang' juga hehehe.
Lalu salah seorang teman berkata,"inget usia. kita ini sudah mau 27. kalau kamu pilih-pilih, emangnya cowok2 itu gak pilih-pilih juga? mereka pasti cari yang lebih muda."
Rasanya seperti kena pukul Gada-nya Bima (tokoh pewayangan Pandawa Lima yang punya senjata namanya Gada Wesi Kuning..kalo gak salah lhoo yaa).
Belum lagi desakan orang tua. Mereka inginnya anak mereka ini cepet nikah. Mungkin juga karena aku hidup daerah yang gak seberapa luas alias kota kecil yaa, jadi orang-orang yang gak ada kerjaan sukanya ngomongin masalah orang lain. Coba aku tinggal di Jakarta yang super sibuk. Pasti beda ceritanya.
Lalu ada juga yang bilang ke aku kalo aku gak boleh nolak cowok. Karena siapa tau cowok itu adalah jodoh yang dipiihkan Allah untukku. Trus aku gimana bisa tau kalo cowok itu untukku??
Kenapa sih cowok yang suka aku koq gak sesuai sama kriteria yang sudah aku tetapkan untuk jadi pendampingku?? apa aku harus turunkan standartnya??
Tapi kalo gak suka apa harus tetap dipaksa??
Sebenernya aku sudah mencoba untuk menerima pilihan yang ada. Tapi kalo hati ini menolak gimana?? aku ini orangnya selalu mengikuti kata hati. Walaupun kadang-kadang sering nyesel juga, kenapa tadi ngikutin kata hati.
Hhh..sabar emang susah yaa..
Well cukup sekian curhatnya. Kesannnya koq aku kurang bersyukur yaa..
Terima Kasih Allah karena sudah memberikan aku hidup untuk hari ini..
Terima kasih sudah mampir dan baca curhatku ^^

0 komentar:
Posting Komentar