Nama lengkapnya Muhammad Amanatullah tapi lebih dikenal sebagai Aam. Aam lahir dengan fisik tidak sempurna, namun punya semangat yang tinggi.
Lebih lengkap soal Aam bisa dibaca di www.kickandy.com
Setelah aku ingat2 lagi, dulu aku pernah ketemu dia, tapi waktu itu Aam masih kecil, masih tk. Aku akan coba ingat lagi saat-saat itu.
Duluu sekali waktu aku masih SMP, aku pernah ikut bulek-ku nganter anaknya sekolah. Waktu itu lagi musim EBTANAS kalau sekarang UNAS atau UN. Robih, anaknya bulek waktu itu masih tk nol kecil. Daripada nganggur dirumah gak ngapa-ngapain, mending aku ikut nganter deeh, sekalian ntar dapet jajanan gratis dari bulek. Maklum masih sekolah jadi suka barang gratisan. sekarang pun masih suka gratisan hwehwehwe.
Oiya letak Taman Kanak-Kanak Gotong Royong ini agak jauh dari rumahku. Rumahku di Gang 6 sedangkan tk Gotong royong yang juga dekat dengan rumah Aam di gang 16. Tapi kami menempuh perjalanan dengan jalan kaki, maklum wakyu itu sepeda motor hanya untuk mereka yang mampu, dan belum ada sistem kredit kayak sekarang.
Setelah nunggu lama-sambil makan jajan yang dijanjiin bulek, akhirnya bel tanda pulang berbunyi. Bulek-ku sempet bisik2, "Pit, liat tuh, namanya Aam, anaknya cacat, tapi pinter gambar." Pas aku liat, Ya Allah, Aam naik -lebih tepatnya duduk-diatas papan yang ada rodanya. kayak skateboard gitu bentuknya. Waktu itu Aam belum naik sepeda roda 3 kayak sekarang.
Aku ingat Aam kecil main-main gitu sama anak2 yang lain. Dan anak2pun dengan senang hati menerima Aam, masih kecil sih yaa, jadi belum tau soal ngenyek (mengejek) teman. Kulitnya putih, seperti anak kecil kebanyakan. Lucu banget anaknya. Saat itu yang ada dalam pikiranku adalah bagaimana anak ini besarnya nanti. Pasti teman2nya pada ngenyek. Gak mungkin gak ngenyek, wong orang normal aja kadang2 masih diejek koq.
Beberapa hari kemudian Bulek cerita kalau Aam dan ibunya baru saja maen kerumah. Sayang waktu itu aku sudah masuk sekolah lagi. Jadi gak bisa ketemu langsung. Waktu itu pun Aam udah jadi tontonan dikampung. Kata bulek ibunya Aam pernah berkata, gimana kalau aku (ibunya Aam) gak ada (meninggal), wong Aam ini kalau gak sama ibunya gak mau, maksudnya kalau mandi dll. Yaa waktu itu kan Aam masih kecil, jadi yang paling dekat yaa sama ibunya.
Bulek juga bilang kalau Aam diterima di SD umum soalnya kata guru SLB-nya sayang kalau dia disekolahkan di SLB, karena yang cacat hanya fisiknya saja, sedangkan mentalnya kan normal. Aam juga termasuk anak yang cerdas. Saat ini Aam duduk di bangku kelas 3 SMA Semen Gresik (semoga para guru dan orang2 yang membantu Aam sehingga dia dapat bersekolah di sekolah umum mendapat balasan dari Allah SWT karena aku dengar ada sekolah umum yang tidak mau menerima Aam dikarenakan fisiknya).
Lalu beberapa bulan lalu, Bulek mendapat pesan dari tetanggaku yang anaknya sekarang sekolah di TK Gotong Royong. Pesan tersebut dari ibunya Aam, katanya Aam akan muncul di acara Kick Andy di Metro tv. Sebelumnya Bulek juga bilang kalau Aam mendapat bantuan kaki palsu dari Kick Andy. Pasti aku liat acaranya, asalkan jangan tayang pas shift 2, soalnya posisi aku pasti lagi kerja. Untungnya pas aku shift 1, jadi bisa liat.
Dan setelah aku liat (acaranya kalau gak salah judulnya Kick Andy Hope),Masya Allah..mungkin kalau Aam terlahir normal, pati dia udah segede Robih. Aku sampe nangis selama acara itu tayang. Ya Allah..anak kecil yang waktu itu aku liat masih lengket sama ibunya, sekarang sudah besar, sudah mandiri, dan gak minder pula. Aku ingat ibunya bicara di acara tersebut, bagaimanapun caranya agar jangan sampai Aam itu minder. Dan ibu telah berhasil membesarkan seorang anak yang hebat. Aku salut sama ibunya, Bulek-ku kalau manggil Mbak Pah, karena dibalik kesuksesan & keberhasilan Aam sekarang ada ibunya yang selalu mendukung di belakangnya
.
Aam juga jago gambar lhoo, sampai2 Andy Noya ngajak Aam ke Mall buat beli peralatan lukis, dan tadi pas acara Kick Andy di tv tayang, Aam memberikan hasil karyanya untuk Andy Noya yang dia lukis sendiri dengan cat minyak+kuas yang dibelikan Andy Noya. Jadi pengen nangis lagi liatnya.
Aam juga mendapatkan beasiswa S1 dari Semen Gresik Foundation (semoga para petinggi Semen Gresik selalu dalam lindungan NYA, amiiiiiiin).
Aam juga pernah diundang Kapolri Jendral Polisi Sutanto dalam acara peringatan hari Bhayangkara di Jakarta 4 tahun lalu. Saat itu Aam disuruh memperagakan melukis dengan kaki. Lukisan Aam terjual 2 juta rupiah.



0 komentar:
Posting Komentar